MEDAN KOTA PERGAULAN

Simpang kantor Pos Medan

Medan ..Ibukota propinsi Sumatera Utara ,kota yg katanya kota terbesar no3 di Indonesia,kota yg saat ini sebang membangun untuk menjadi kota Metropolitan.
Kota Medan dihunioleh masyarakat majemuk,dikarenakan penduduk nya beragam Suku,Agama,dan bahkan bangsa pendatang.Ada bermacam suku di kota ini yg mudah di dapati yaitu Suku Karo(berasal dari dataran tinggi Berastagi dan Kabanjahe),Suku Batak dari daerah Toba dan sekitarnya,Suku Nias dari kepulauan nias, Suku Melayu Deli merupakan penduduk asli Medan,Suku China,Suku Madras(India Menggali),Jawa,dan Suku2 yg berasal dari sumateralainnya ataupun daerah Indonesia lain.Memang Suku yg mayoritas itu adalah suku Batak dan Karo serta Melayu ,meski demikina tidak ada suku yg menjadi dominant disini,tidak ada yg lebih menonjol,semua menganggap samatidak berlomba menonjol,Walaupun masyarakatnya masih memelihara sekali system kekerabatan menurut adapt sukunya masing-masing namun dalam hal bersosialisasi dengan lainnya semua tergantung cara bergaul,artinya tidak ada membeda2kan suku,ras,atau agama.
Banyak masyarakat aderah lain beranggapan kehidupan masyarakat medan penuh dengan kekasaran, tapi masyarakat medan sendiri beranggapan mereka tidak kasar tetapi lantang yang adalam arti bebicara aau menyampaikan sesuatu dengan cara yg lugas,jelas,berisi,tepat sasaran,dan tanpa menyepelekan orang lain.Mungkin masyarakat kota lain menganggap padamasyarakat medan tidak ada kesopanan berbicara,tapi orangmedan beranggapan sebaliknya justru dengan berbicara jelas,lugas itulah halyg sopan,tidak harus berpura2,tidak ada rasa segan-segan(yg menurut orang medan rasa segan-segan nin adalah rasa yg ganjil dan tidak baik)begitupun dengan kelemah lembutan, masyarakat medan menganggap halitu membosankan dan juga tidak sopan sebab dapat ber asumsi lain kepada orang lain seperti menganggap orang itu orang yg lemah,bodoh,dan tidak bermental.
Kota Medan terbilang kota yg aman,sebab disini jarang terjadi pertikaian yg massal,semua saling menjaga keselarasan,kalau daerah lain sering terjadi penindasan terhadap kaum minoritas kalau dimedan hal itu tidak pernah terjadi,pertikaiian hanya terjadi secara individual,meskipun kadang terjadi dengan sekala yg besar tapi factor utama nya hanyalah masalah individual,tidak pernah menyangkut SARA,dan memang kalau terjadi dengan sekala yg besar sudah wajib memakan korban jiwa,sebab orang medan kalau bertikai kontak fisik wajib hukum nya habis-habisan,orang medan kalua bertikai sampai kontak fisik tidak mengenal perang batu atau cuma saling lempar,tetapi bertikai dengancara adu otot,panah,parang,pedang,secara langsung.
Mengenai cara berbicara orang Medan tidak lepas dari bahasa orang medan,seperti daerah lain kebanyakan di Indonesia bahasa sehari-hari penduduk kota Medan juga banyak mengalami adaptasi yaitu bahasa bahasa Indonesia berlogat Melayu campur Batak,begitu juga dengan kosa katanya.berikut ini contoh kosa kata orang medan yg biasa dipakai sehari-hari:
Awak = Saya/Aku
Kau = Kamu
Ia pulak = Ia juga(meng ia kan konteks setuju)/
Lah = kata bantu penegasan (contoh = Ia lah,memang lah kau)
Kan = kata bantu untuk
Bah = kata penggambar ekspresi rasa turut merasakan emosi sebuah kejadian atau situasi.contoh: Bah!..,mantap juga ya..;udah makan ko?..Baahh.. kenapa blom makan?;dll.(kata Bah ini bukan hanya dipakai oleh orang/suku Batak saja,tapi semua kalangan masyarakat medan)
Mantap = salut,bagus,enak.
Sor = suka,senang,kepingin.
Pukimak = kata makian yang artinya bangsat.
Biang = berasal dari bahasa batak artinya anjing.
Alamak = berasasl dari bahasa melayu artinya “ya ampun”.

bersambung….